Tips Aman Berkendara dengan Mobil Saat Karhutla dan Kabut Asap di Kalimantan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk saat berkendara. Bagi warga Samarinda dan sekitar wilayah Kalimantan Timur, kondisi seperti ini perlu diantisipasi karena asap dapat mengurangi jarak pandang sekaligus memengaruhi kualitas udara yang dihirup selama perjalanan.

Lalu, bagaimana cara tetap aman berkendara dengan mobil ketika menghadapi kabut asap?

Simak panduan berikut sebelum kamu melakukan perjalanan.

1. Periksa Kualitas Udara dan Kondisi Jalan Sebelum Berangkat

Sebelum berkendara, luangkan waktu untuk memeriksa kualitas udara dan informasi kondisi jalan di wilayah yang akan dilewati.

Kabut asap tidak selalu memiliki tingkat kepekatan yang sama. Dalam kondisi tertentu, asap dapat membatasi jarak pandang dan membuat pengemudi lebih sulit mengenali kendaraan, marka jalan, maupun objek di depan.

Beberapa hal yang dapat dilakukan sebelum berangkat:

* Periksa informasi kualitas udara melalui sumber resmi, seperti BMKG atau instansi lingkungan setempat.
* Pantau informasi lalu lintas dan kondisi jalan yang akan dilalui.
* Hindari perjalanan yang tidak mendesak jika kualitas udara sangat buruk atau jarak pandang terbatas.
* Jika muncul imbauan resmi untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, pertimbangkan untuk menunda perjalanan.

Untuk wilayah Samarinda, informasi kualitas udara dapat dipantau melalui situs BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto.

2. Kurangi Kecepatan dan Perbesar Jarak Aman

Saat berkendara di tengah kabut asap, jangan mempertahankan kecepatan seperti ketika kondisi jalan cerah.

Jarak pandang yang berkurang membuat pengemudi membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengenali bahaya dan mengambil tindakan. Karena itu, kurangi kecepatan secara bertahap dan tingkatkan jarak dengan kendaraan di depan.

Hindari pengereman mendadak, menyalip secara terburu-buru, atau mengikuti kendaraan lain terlalu dekat.

Jika jarak pandang sudah terlalu terbatas untuk berkendara dengan aman, jangan memaksakan perjalanan. Cari tempat berhenti yang aman dan jauh dari arus lalu lintas, lalu tunggu hingga kondisi memungkinkan.

Ingat, perjalanan yang aman jauh lebih penting daripada tiba lebih cepat.

3. Gunakan Lampu Kendaraan dengan Tepat

Lampu kendaraan membantu pengemudi melihat jalan dan membuat mobil lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lainnya.

Ketika menghadapi kabut asap, gunakan lampu dekat sesuai kondisi dan ketentuan lalu lintas. Kalai kendaraan dilengkapi lampu kabut, bisa juga menggunakannya.

Hindari penggunaan lampu jauh secara sembarangan karena pantulan cahaya dari partikel asap dapat semakin mengganggu penglihatan.

Perlu diingat, lampu kendaraan tidak dapat menghilangkan kabut asap. Jika jarak pandang terlalu pendek, tindakan paling aman adalah berhenti di lokasi yang aman dan menunda perjalanan.

4. Tutup Jendela dan Atur Sirkulasi Udara Kabin

Selain mengganggu jarak pandang, asap karhutla mengandung partikel yang dapat masuk ke dalam kabin kendaraan melalui sistem ventilasi maupun celah yang tidak sepenuhnya kedap.

Ketika melewati kawasan berasap, kamu dapat melakukan beberapa langkah berikut:

* Tutup jendela dan sunroof jika tersedia.
* Aktifkan mode sirkulasi udara internal atau recirculation pada AC untuk mengurangi masuknya udara luar.
* Periksa kondisi filter kabin secara berkala dan ganti sesuai rekomendasi pabrikan.
* Jangan menganggap kabin mobil sepenuhnya bebas polutan hanya karena jendela tertutup.

Mode sirkulasi internal dapat membantu mengurangi masuknya udara luar, tetapi tidak menjamin seluruh partikel asap tersaring. Jika kualitas udara sangat buruk, mengurangi atau menunda perjalanan tetap menjadi langkah yang lebih aman.

5. Kenali Fitur Penyaringan Udara pada Mobil Chery

Salah satu aspek yang dapat dipertimbangkan ketika memilih mobil adalah fitur penyaringan udara di dalam kabin.

Chery telah memublikasikan teknologi filter AC CN95 dan pemantauan kualitas udara PM2.5 pada model chery  tertentu. Filter kabin berfungsi menyaring partikel tertentu dari udara yang melewati sistem ventilasi, sedangkan pemantauan PM2.5 membantu memberikan informasi mengenai konsentrasi partikel halus sesuai kemampuan sistemnya.

Fitur seperti ini dapat menjadi nilai tambah untuk kenyamanan berkendara, khususnya ketika pengguna ingin memperhatikan kualitas udara di dalam kabin.

Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

* Ketersediaan fitur dapat berbeda berdasarkan model, tahun produksi, dan varian kendaraan.
* Filter kabin tidak membuat kendaraan sepenuhnya kedap terhadap asap.
* Pemantauan PM2.5 di kabin bukan jaminan bahwa seluruh polutan berbahaya sudah tersaring.
* Pengemudi tetap perlu mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan keselamatan dari pihak berwenang.

6. Jaga Kondisi Tubuh Selama Perjalanan

Kabut asap bukan hanya persoalan visibilitas, tetapi juga kualitas udara yang dihirup.

Jika perjalanan tidak dapat dihindari, pertimbangkan langkah berikut:

* Kurangi paparan terhadap udara luar ketika kualitas udara buruk.
* Gunakan masker yang sesuai, seperti respirator N95 atau KN95, saat berada di luar kendaraan jika diperlukan. Masker tersebut membantu menyaring partikel, tetapi tidak melindungi dari seluruh jenis gas.
* Hindari membuka jendela di kawasan berasap.
* Jangan terus berkendara jika mengalami mata perih, batuk, pusing, atau sesak napas.
* Cari tempat aman dan dapatkan bantuan medis jika mengalami gejala berat atau memburuk.

Perlu diingat bahwa berada di dalam mobil bukan jaminan perlindungan penuh dari paparan asap. Untuk kondisi udara yang sangat buruk, mengurangi aktivitas dan membatasi perjalanan merupakan langkah penting.

7. Periksa Kondisi Mobil Sebelum Melakukan Perjalanan

Selain memperhatikan kualitas udara, pastikan kendaraan berada dalam kondisi baik.

Beberapa komponen yang perlu diperiksa antara lain:

* Lampu depan, lampu belakang, dan lampu sein.
* Kondisi ban serta sistem pengereman.
* Wiper dan cairan pembersih kaca.
* Filter kabin dan sistem AC.
* Bahan bakar atau daya baterai yang cukup untuk perjalanan.

Perawatan kendaraan yang baik membantu memastikan berbagai sistem bekerja sesuai fungsinya. Namun, kendaraan dalam kondisi prima tetap tidak boleh dipaksakan melaju ketika jarak pandang tidak aman.

Kesimpulan

Menghadapi karhutla dan kabut asap di Kalimantan membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama ketika kamu harus melakukan perjalanan menggunakan mobil.

Periksa kualitas udara sebelum berangkat, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, gunakan lampu dengan tepat, dan atur sirkulasi udara kabin. Kenali juga fitur keselamatan serta penyaringan udara yang tersedia pada kendaraanmu.